The Anglo-Indonesian Society
The
Anglo-Indonesian Society was formed in 1956 as a non-political,
cultural and social society. It has about 300 members of which about a
third are Indonesian. Its members include Indonesian diplomats, British
people who have worked in Indonesia, academics, tourists and an
increasing number of students. The Society's normal meetings are free,
held in the Indonesian Embassy and are extremely informal in both
content and dress. A short talk with refreshments before and after is
the norm. These meetings happen about eight times a year and there are
also occasional special events which usually have to be charged for.
We
hope that many of those with an interest in Indonesia or Indonesians
with an interest in the UK will consider joining the Society: membership
is only £10 per annum, whilst student membership is free and corporate
membership is £50 per annum.
Perhimpunan Indonesia-Inggeris
Perhimpunan
Indonesia-Inggeris (The Anglo-Indonesian Society) didirikan pada tahun
1956 sebagai suatu forum budaya, sosial dan non-politik. Perhimpunan ini
terdiri dari sekitar 300 anggota, umumnya adalah orang Inggeris, baik
mantan diplomat dan orang yang pernah bertugas di Indonesia, maupun
pelajar, akademik dan turis yang saling berminat terhadap Indonesia.
Sekitar sepertiga diantaranya adalah orang Indonesia dan diplomat
Indonesia. Pertemuan diadakan delapan kali pertahun di KBRI London,
disertai sebuah ceramah dan disediakan makanan ringan dan minuman.